Anies Ibaratkan RI Bak Kue: Makin Besar, tapi Cara Berbagi Harus Diperbaiki

Jakarta

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, berbicara negara Indonesia layaknya sebuah kue. Anies mengatakan kue tersebut kian hari kian besar, namun tidak dibagikan secara merata kepada masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Anies dalam silaturahmi nasional Garda Matahari ‘Konsolidasi dan Strategi untuk Pemilu yang Jujur, Adil dan Rahasia’ di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (1/12/2023). Anies mulanya berbicara Pilpres 2024 bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, namun juga harus ada orientasi baru dalam pembangunan.

“Bahwa misi yang kita emban itu misi yang harus kita sampaikan kepada semua. Bahwa ini bukan semata-mata tentang pergantian kepemimpinan, kita menginginkan ada orientasi baru dalam pembangunan kita ke depan,” kata Anies di lokasi, Jumat (1/12/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anies juga mengibaratkan momen pilpres layaknya membaca kompas dalam pengembaraan. Setiap lima tahun sekali, masyarakat harus melihat apakah Indonesia sudah sesuai arah tujuan kemerdekaan atau belum.

Selain itu, dia menyebut tidak perlu menyalahkan pemerintahan Indonesia yang sebelumnya dalam momentum seperti ini. Hal paling penting, lanjut dia, mencapai tujuan kemerdekaan yakni keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kalau pengembaraan itu kalau sudah jalan satu periode berganti, buka kompas, apa yang dilakukan? Baca titik azimut di mana kita berangkat, lalu titik tujuan yang ingin kita capai. Di situ kita tentukan apakah kita masih dalam rutenya, atau ganti rute. Itu yang kita kerjakan setiap lima tahun sekali,” kata dia.

“Jadi bukan soal pergantian ketua rombongan, tapi tiap lima tahun sekali kita lihat arahnya, dan bukan tentang menyalahkan yang kemarin, karena kita sudah sampai di titik ini, tinggal kita apakah kita masih di dalam rute yang diamanatkan ketika kita berangkat tadi, kita berangkat republik ini merdeka dengan tujuan yang sangat sederhana, menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Anies lalu berbicara Indonesia layaknya sebuah kue yang kian hari kian membesar. Namun kata dia, kue tersebut belum bisa dibagi rata kepada masyarakat Indonesia. Dia mengatakan cara pembagian tersebutlah yang harusnya diperbaiki ke depannya.

“Ini adalah momentum untuk mengarus utamakan keadilan dalam kebijakan ke depan supaya tidak lagi ada ketimpangan. Kue kita ini memang makin besar, jadi ini cara kita membagi harus diperbaiki. Nah itu lah sebabnya kita berjuang bersama saat ini,” jelasnya.

Anies menyebut dirinya bisa melakukan perubahan pemerataan tersebut. Namun, wewenang tersebut bisa dilakukan jika dirinya menjadi kepala negara.

“Maka yang diperlukan untuk melakukan perubahan itu kewenangan. Karena dengan ada kewenangan, bisa melakukan pengambilan keputusan,” pungkasnya.

(wnv/maa)

Pantau Pemilu

Cek rekam jejak, visi misi, profil, hingga berita terkini pasangan Capres dan Cawapres favoritmu di Pemilu 2024 sekarang!

Lihat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *